Senin, 13 Oktober 2014




Apa yang kan kulakukan tanpa mulut pintarmu
Menghelaku, dan kau menendangku
Kau buat aku pening, sungguh
Aku tak bisa membuatmu diam
Apa yang terjadi di dalam pikiran yang indah itu

Aku ada di dalam kendaraan misterimu yang ajaib
Aku sungguh pusing
Tak tahu yang mengenaiku
Tapi aku kan baik-baik saja


Kepalaku di dalam air
Tapi aku bisa bernafas tanpa kesulitan
Kau gila dan aku tak waras



Karena sepenuh diriku
Mencintai sepenuh dirimu
Kucinta lengkungan dan semua tepimu
Semua ketaksempurnaanmu yang sempurna

Berikanlah sepenuh dirimu padaku
Kan kuberikan sepenuh diriku padamu
Kaulah akhir dan awalku
Meski saat kalah pun aku menang
Karena kuberikan sepenuh diriku padamu
Dan kau berikan sepenuh dirimu padaku



Berapa kali harus kukatakan padamu
Meskipun saat menangis kau tetaplah cantik
Dunia ini mengecilkan hatimu
Aku kan selalu ada
Kaulah kehancuranku, kaulah lamunanku
Gangguan terburukku, ritme dan bluesku
Aku tak bisa berhenti bernyanyi,
Selalu terngiang senandung di kepalaku untukmu

0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com